Home / pendidikan / Pemerintah Usulkan Tambahan Anggaran Pendidikan Rp 100 Triliun untuk 2026, Revitalisasi 71 Ribu Sekolah Jadi Prioritas Utama

Pemerintah Usulkan Tambahan Anggaran Pendidikan Rp 100 Triliun untuk 2026, Revitalisasi 71 Ribu Sekolah Jadi Prioritas Utama

Jakarta, 7 Maret 2026 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan rencana besar pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional di tahun 2026. Dalam beberapa rapat koordinasi dan pernyataan resmi baru-baru ini, beliau menyatakan bahwa anggaran sektor pendidikan akan mengalami kenaikan signifikan, dengan usulan tambahan mencapai Rp 100 triliun.
ANGKARAJA

Dana tersebut akan difokuskan pada beberapa program prioritas, terutama revitalisasi infrastruktur sekolah. Jika pada tahun 2025 revitalisasi menyasar sekitar 16.000 satuan pendidikan, maka di tahun 2026 jumlahnya melonjak drastis menjadi total sekitar 71.000 sekolah yang akan diperbaiki, direnovasi, dan dilengkapi fasilitas lebih baik. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan akses pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan.

Selain revitalisasi fisik, anggaran tambahan juga akan mendukung:

  • Percepatan digitalisasi pendidikan (termasuk penguatan platform pembelajaran daring dan perangkat di sekolah)
  • Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) secara nasional yang mulai digelar bertahap sejak April 2026
  • Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi guru untuk meningkatkan kualifikasi tanpa harus mengulang pendidikan formal panjang
  • Penguatan program bantuan seperti KJP Plus dan PIP agar lebih tepat sasaran

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kenaikan anggaran ini tidak akan memangkas dana untuk program lain seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), melainkan menjadi komitmen pemerintah dalam mewujudkan transformasi pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.

“Pendidikan adalah investasi terbesar bangsa. Dengan revitalisasi masif ini, kita harapkan anak-anak di pelosok negeri bisa belajar di lingkungan yang layak dan aman,” ujarnya dalam salah satu rakor baru-baru ini.

Di sisi lain, beberapa daerah juga mulai meluncurkan program pendukung. Misalnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah baru saja meluncurkan paket program strategis sektor pendidikan untuk memperkuat akses dan kualitas SDM lokal. Sementara itu, berbagai kompetisi internasional juga menunjukkan potensi siswa Indonesia, seperti tim mahasiswa ITS yang baru saja meraih juara dunia dalam kompetisi desain kapal feri.

Meski demikian, sejumlah pengamat pendidikan mengingatkan agar pelaksanaan program besar ini harus transparan, tepat sasaran, dan melibatkan partisipasi masyarakat agar tidak hanya menjadi proyek infrastruktur semata, melainkan benar-benar meningkatkan mutu pembelajaran.